jadwal-sholat

Rabu, 02 April 2014

Profil KH. HARIRI AA / Biografi Ustadz Hariri AA / Nomor Kontak Ustadz / Nomor HP Ustadz

Profil Pembina LASKAR MAZIDAH ASWAJA / Khadim Jam'iyyah Ta'lim Majelis Harokah Mazidah Aswaja
*Nama Populer :
   Ustadz Hariri AA
*Nama Lengkap :
   KH. Rd. M. Hariri Abdul Aziz Azmatkhan , S.Psi., MA
*Contact Person :
   081380401616 (Skejuler)
*Alamat Rumah :
   Jl. Burujul no 01 , akses Taman Kopo Indah
   Kab. Bandung
*Majelis yg diasuh :
   MAJELIS MAZIDAH ASWAJA (MMA)
   (Tersebar di beberapa kota/kab di Indonesia)
*Pesantren yg diasuh :
   MA'HAD MUHYIDDIN BIN YASA
   AHLISSUNNAH WAL-JAMA'AH
   nagrak, cangkuang-banjaran, Kab.Bandung
*Kegiatan lain :
   MAZIDAH TOUR
   (biro perjalanan hajji & umroh)
*track record TV
   DA'I DAKWAH TPI (TPI / MNCTV)
   SAMBUT PAGI BERSAMA DA'I (MNCTV)
   KULTUM (MNCTV)
   GEREBEK PASAR (MNCTV)
   TABLIGH AKBAR RAMADHAN (MNCTV)
   SAHUR FM (LATIVI)
   SATU JAM LEBIH DEKAT (TV-ONE)
   REKOR MURI GEMA RAMADHAN (SCTV)
   MAKAN BESAR (TRANS7)
   EMPAT MATA EMPAT MATA (TRANS7)
   OVJ SAHUR (TRANS7)
   OVJ RAMADHAN (TRANS7)
   MUSIK SPECIAL RAMADHAN (TRANS TV)
   SHOW IMAH (TRANS TV)
*Filmography :
   SAMPEAN MUSLIM (MNCTV)
   RADEN KIAN SANTANG (MNCTV)
   ALADDIN (MNCTV)
   TUKANG OJEK MIMPI NAIK HAJI (MNCTV)
   TENDANGAN SI MADUN (MNCTV)
   ISLAM KTP (SCTV)
   EMAK IJAH PENGEN KE MEKAH (SCTV)
   BENAR-BENAR MUSLIM (SCTV)
   SETULUS KASIH IBU (INDOSIAR)
   HATI-HATIDENGAN HATI (INDOSIAR)
   CERITA ANAK LANGITAN (RCTI)
   KISAH DARI LANGIT (GLOBAL TV)
*Radio
   NINETYNINERS FM
   GARUDA FM
   COSMO FM
   WADI FM
*Social network :
   FB group : tridi ( 3D ) cinta sholawat
   Twitter     : @aa_hariri
   Official     : @mazidah_aswaja & @laskar_mazidah
ratusholawat.blogspot.com
_________________________
Kyai Muda ini memang sejak kecil sudah memperlihatkan bakatnya di bidang dakwah. 
Pertama kali naik mimbar di usia 9 tahun (masih kelas 4 SD)
Saat itu statusnya adalah santri Pondok pesantren Salafiyyah Syafi'iyyah Sindang Resmi, Cigondewah, Bandung. 
Pesantren yg diasuh oleh Abuya KH. SAEFUDDIN MARZUQI ini memang banyak mencetak generasi unggulan. 
Tercatat banyak da'i dan Kyai jebolan pesantren ini. 
Ustadz HARIRI AA, melanjutkan ta'limnya ke Pesantren Riyadlus-Shorfi wan-Nahwi, Cikalama, Sumedang.
Namun baru sejenak saja di Cikalama, Pimpinan Pesantren Cikalama (BUYA ELANG) mendelegasikan Sang Pemburu ilmu tersebut untuk melanjutkan pendidikannya ke Pesantren Sekepala, Bandung. 
Ayahanda beliau menyuruh untuk tidak berhenti sampai situ saja, Ustadz HARIRI AA melanjutkan ta'limnya di Pondok pesantren Alhikamussalafiyyah, Cipulus, Purwakarta. 
Sampai tulisan ini dipost, tapak-tapak kebiasaan di pesantren masih terlihat pada diri beliau. Seperti terbiasa tidur pagi dibanding malam, makan lebih suka berjama'ah, malah beliau suka makan pakai nampan lebar dan makan duduk melingkar bersama ikhwan lainnya, senang memakai sarung di kesehariannya sehingga beliau ada kegiatan ke luar negeri sekalipun (Timur Tengah, Singapore, Malaysia, China, Hongkong dll) tetap beliau lebih suka menggunakan kain sarung. 
Satu hal lagi, tapak "kobong" yang masih melekat adalah kesukaannya menggunakan bait ALFIYYAH untuk fariasi dalil keterangan da'wahnya.
Contoh ketika beliau mengisi ceramah dalam acara walimah nikah, beliau menyebut Nikah/pernikahan adalah Falsafah Idofat, seraya mengangkat dua bait awal bab idofat dari ALFIYYAH diiringi padu Hadroh di atas Panggung. 
Mengenai teknik dakwah seperti ini, Ustadz HARIRI AA sering mendapat apresiasi dari para Kyai Sepuh di berbagai daerah.
Namun sayang, di media internet banyak sekali orang yang mencatut tanpa izin nama beliau, seperti di Facebook & Twitter.
Pencatutan tanpa izin ini baru diketahui oleh pihak beliau setelah lama, & tentu hal ini mempertaruhkan reputasi beliau.
Contoh pencatutan adalah ditemukannya akun Facebook, grup facebook, fanpage Facebook, akun twitter yg menggunakan foto dan nama Kyai Muda ini, sehingga banyak khalayak facebooker yang terkecoh mengira itu adalah Ustadz HARIRI AA yg sebenarnya. 
Keterkecohan ini berlanjut menjadi sebuah masalah baru ketika sang pencatut berselancar di dunia maya seperti update status, post group/fanpage, tweeting, yg isinya tidak mencerminkan sosok Ustadz HARIRI AA sama sekali, bahkan ada tanya-jawab seputar agama dengan pelaku. Sang pencatut menjawab dengan keliru (tidak sesuai) maka ini sangat mempertaruhkan nama baik Kyai, lebih parah lagi menjadi asbab sesat menyesatkan. 
Wal 'iyadzhu Billah
_____________________
Kembali kepada kilas biografi, 
Salah Satu Hobby dari Kyai Muda yg satu ini, adalah Tabarrukan. Diantara Ma'had Tabarrukan nya adalah: 
*Pesantren Alwaritsah, Bandung, Jawa Barat (KH. LUQMAN HAKIM)
*Pesantren Darussurur, Bandung, Jawa Barat (HADROTUL MURSYID ABUYA MUHAMMAD YAHYA)
*Pesantren Salafiyyah Syafi'iyyah Situbondo, Jawa Timur (KH. FAWAID AS'AD)
*Majelis Alhaddar, Banyuwangi, Jawa Timur (ALHABIB AHMAD BIN ABDULLAH BIN ALWI ALHADDAR)
*Pesantren Attaqwa, Cabean, Pasuruan, Jawa Timur (YANG MULIA ABAH ALI)
*Pesantren Papan, Bekasi, Jawa Barat (ALHABIB KEMAL SYAH ALHABSYI)
*Pesantren Almaqom / Maqomurridho, Cibabat, Cimahi (KH. SULAIMAN KURNIA)
*Pesantren Jati (Nurul irfan) Cihanjuang, Cimahi (KH. BAHRUDDIN MAKKI) 
*Pesantren Alhidayah, Gempol, Bandung (KH. AZYM MUHAMMAD SYARIFUDIN ABDUL QODIR AL-MANAFI)
*Pesantren Riyadlul Mubtadi-iin, Kadungora, Garut (KH. BAHRUDIN) 
Di Usia Bujangan, setelah 14 tahun lamanya bergulat di dunia "KOBONG" (asrama pesantren) Ustadz HARIRI AA baru kembali ke Kampung Halaman, Cigondewah, Bandung.
Beliau sering dalam taushiyah-taushiyahnya menyampaikan : "Mohon doakan saya menjadi Hamba Allah yg mampu menempa diri agar bisa lebih baik, Saya hanya orang yang masih harus banyak belajar"
Subhanallah.
 
 
 
 






Manfaat Puasa Senin - Kamis

Manfaat puasa Senin - Kamis
Dalil / keterangan dasar / Naqli & Aqli
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan,
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan kamis"
(HR. An Nasai no. 2362 dan Ibnu Majah no. 1739)
Usamah bin Zaid berkata,
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَصُومُ حَتَّى لاَ تَكَادَ تُفْطِرُ وَتُفْطِرُ حَتَّى لاَ تَكَادَ أَنْ تَصُومَ إِلاَّ يَوْمَيْنِ إِنْ دَخَلاَ فِى صِيَامِكَ وَإِلاَّ صُمْتَهُمَا. قَالَ « أَىُّ يَوْمَيْنِ ». قُلْتُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ. قَالَ « ذَانِكَ يَوْمَانِ تُعْرَضُ فِيهِمَا الأَعْمَالُ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ »
“Aku berkata pada Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa dua hari tersebut?” Usamah menjawab, “Senin dan Kamis.” Lalu beliau bersabda, “Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.”
(HR. An Nasai no. 2360 dan Ahmad 5: 201)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ
“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” 
(HR. Tirmidzi no. 747) 
Dari Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenaipuasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab,
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
“Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” 
(HR. Muslim no. 1162)
Keutamaan hari Senin dan Kamis secara umum dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah berikut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
“Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setia hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.”  
(HR. Muslim no. 2565).
____________
Berbagai penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri.
Penelitian meta analisis atau penelitian terhadap berbagai Abstrak Terkait ini diperoleh dari Medlinedan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009. Seratus tiga belas artikel yang memenuhi kriteria untuk pemilihan kertas dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi rincian bahan terkait.
Hasilnya, terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia. Meskipun puasa Ramadhan aman untuk semua orang sehat dan beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang harus berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti rekomendasi ilmiah.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat muslim. Saat itu, dianggap sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmah. Semua umat muslim yang sehat dan sudah akil balik diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Meskipun untuk sebagian orang ibadah puasa cukup berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk mendapatkan hikmah dari Allah berupa kebahagian, pahala berlipat, dan bahkan suatu muhjizat dalam kesehatan.
Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. Seperti ditegaskan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu'aim: "Berpuasalah maka kamu akan sehat." Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat secara biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani dan sosial. Rahasia kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis dan biomolekular.
Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri tidak makan, minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan starvasi biasa.
Inilah 20 Mukizat Puasa Terhadap Kesehatan Manusia
1. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme
Berbeda dengan kelaparan atau starvasi dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen. Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.
2. Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.
Kemudian juga berbeda dengan starvasi, dalam puasa Islam penelitian menunjukkan asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.
3. Tidak berpengaruh pada sel darah manusia
Dalam penelitian, saat puasa tidak berpengaruh pada sel darah manusia & tidak terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa.
4. Puasa pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh
Puasa ramadhan pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh dan tidak terdapat perbedaan protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat. Namun pada penderita diabetes tipe tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter bila hendak berpuasa. Diantaranya adalah penderita diabetes dengan keton meningkat, sedang hamil, usia anak atau komplikasi lain seperti gagal ginjal dan jantung.
5. Pengaruh pada Ibu hamil dan menyusui
Terdapat sebuah penelitian puasa pada ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok tidak hamil dan tidak menyusui di perkampungan Afika Barat. Ternyata dalam penelitian tersebut disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon dan hormon tiroksin.
6. Pengaruh pada janin saat ibu hami berpuasa
Penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan janin (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol / diastol (S / D) rasio.
Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein(HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perperkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S / D.
7. Penurunan glukosa dan berat badan
Studi kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah Ramadhan. Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan Ramadhan. Tampaknya efek puasa Ramadhan pada tingkat lipid dalam darah mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi atau respon kelaparan biokimia.
8. Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok
Ketika berpuasa ternyata juga terbukti tidak berpengaruh pada fungsi kelenjar gondok manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma tiroksin (TS),tiroksin bebas, tironin triyodium dan hormon perangsang gondok (TSH) pada penderita laki-laki yang berpuasa.
9. Pengaruh pada hormon virgisteron
Sedangkan pada penelitian hormon wanita tidak terjadi gangguan pada hormon virgisteron saat melaksanakan puasa. Tetapi, 80% populasi penelitian menunjukkan penurunan hormon prolaktin. Penelitian ini menunjukkan harapan baru bagi penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang disebabkan peningkatan hormon prolaktin. Sehingga saat puasa, wanita tetap berpeluang besar untuk tetap pada kondisi subur.
10. Bermanfaat Bagi Jantung
Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang mencolok saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa Ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian "chronobiological" menunjukkan saat puasa Ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia.
11. Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel
Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi.
12. Sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin
Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.
13. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.
14. Penurunan berbagai hormon salah satu rahasia hidup jangka panjang
Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.
15. Bermanfaat dalam pembentukan sperma
Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.
16. Bermanfaat untuk penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis
Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.
17. Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual
Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya
18. Memperbaiki kondisi mental secara bermakna
Seorang peneliti diMoskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk skizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi.
19. Peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia
Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan meningkat pesat, karena puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya. Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga akan lebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia.
20. Menurunkan adrenalin
Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.
Berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata puasa sebulan penuh saat bulan ramadhan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia. Dalam mencermati temuan ilmiah tersebut akan lebih diyakini bahwa berkah kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori dan opini. Manfaat puasa bagi kesehatan sebagian telah terbukti secara ilmiah. Wajar saja, bahwa puasa adalah saat yang paling dinantikan oleh kaum muslim karena memang terbukti secara ilmiah menjanjikan berkah dan mukjizat dalam kesehatan manusia.
_________
SELAIN melahirkan kesehatan tubuh, mengobati berbagai penyakit, menyembuhkan kecanduan, melejitkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, ternyata puasa juga menurut para ahli memiliki manfaat psikologis yang luar biasa. Manfaat tersebut di antaranya:
Pertama, puasa dapat mengendalikan marah. Marah adalah salah satu potensi emosi pada diri manusia. Jika digunakan untuk kebaikan, marah akan menjadi kebaikan. Sebaliknya, kalau digunakan untuk hal negatif marah pasti akan menjadi keburukan. Jadi, marah itu bukanlah sesuatu yang terlarang, hanya harus dikendalikan agar tidak berlebihan dan menimbulkan keburukan.
Ketika melihat ada seseorang melakukan kesalahan yang membahayakan diri dan lingkungannya, kita boleh marah dalam batas-batas tertentu. Ketika anak kita berbuat sesuatu yang menyalahi moral dan etika, kita pun boleh marah dalam batas-batas kewajaran. Jadi "jangan berlebih-lebihan dalam marah." Inilah yang harus ditekankan.
Sebab, seringkali ketika marah, kita lupa diri sehingga mendorong untuk berbuat tidak adil. Misalnya, saat istri berbuat salah, tentu kita boleh marah, tetapi jangan sampai membanting piring, memecahkan kaca lemari, atau memukulnya. Marahlah dengan cara yang wajar. Walaupun ini sulit, kita harus menguasainya.
Marah yang timbul karena rasa ingin memperbaiki keadaan adalah marah yang baik. Tetapi walaupun baik, hendaknya ketika marah kita tetap mengendalikan diri. Sebab, kemarahan seringkali menjadikan kita berbuat tidak adil kepada orang yang sedang kita marahi.
Sementara itu, marah yang timbul karena kesombongan adalah marah yang terlarang. Misalnya, marah yang timbul karena kita merasa sebagai orang yang terhormat. Lalu, kita marah ketika ada orang yang tidak menghormati kita sesuai dengan keinginan kita. Inilah marah yang timbul karena kesombongan. Sungguh, marah seperti ini adalah kemarahan yang ditunggangi oleh setan dan sangat berbahaya.
Ada juga orang yang marah karena merasa benar sendiri. Lalu, ketika ada orang lain yang tidak setuju dengan pendapatnya ia marah besar. Marah jenis itu tentu tidak benar karena memaksakan kebenaran kepada orang lain. Jadi, secara tidak sadar kita mempertuhankan diri sendiri karena seolah-olah kita yang berhak menentukan kebenaran. Sungguh, tidak ada kebenaran mutlak, kecuali Dia Yang Mahabenar.
Dengan berpuasa kita dapat mengenali diri sendiri sebagai hamba yang lemah, bahkan tak berdaya. Dengan berpuasa pula kita akan sadar bahwa kebenaran itu milik Allah Swt. lalu, apa alasan kita untuk mengaku sebagai orang yang harus dihormati? Apa pula alasan kita untuk marah-marah karena merasa tidak dihormati?
Puasa juga mengajarkan bahwa kemenangan bukanlah ketika berhasil menundukkan sepasukan musuh, tetapi ketika kita berhasil menaklukkan apa yang ada dalam dada, yakni rasa marah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Saw yang berbunyi, "Bukanlah orang yang kuat yang menang ketika bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang dapat mengendalikan diri ketika marah." (HR.  Bukhari-Muslim).
Kedua, puasa menumbuhkan sifat jujur dan sabar. Ketika seorang hamba berpuasa Ramadan secara benar, ia akan merasakan kedekatan diri luar biasa dengan Tuhannya. Kedekatan inilah yang akan melahirkan sifat muraqabah, yaitu selalu merasa diawasi oleh Allah. Kalau seseorang sudah merasa diawasi oleh Allah dimanapun ia berada, maka ia akan senantiasa bersikap jujur dalam setiap keadaan.
Maraknya praktik korupsi di Indonesia saat ini sebenarnya terjadi karena para pejabat kita merasa tidak diawasi oleh Allah. Mereka hanya merasa diawasi oleh atasannya atau KPK. Maka, ketika pengawasan manusia lemah, mereka curi-curi kesempatan untuk melakukan korupsi. Seandainya saja mereka merasa diawasi oleh Allah, saya yakin mereka tidak akan bisa melakukan korupsi, karena pengawasan Allah selalu ada dimanapun dan kapanpun.
Selain itu, puasa juga dapat melatih kesabaran kita. Ketika berpuasa, kita diperintahkan untuk menahan lapar dan haus dari pagi buta sampai maghrib. Kita tidak boleh memakan apapun yang ada dihadapan kita sepanjang waktu buka belum datang. Semua itu diperintahkan oleh Allah semata-mata agar kita memiliki kesabaran, baik sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar dalam menjauhi kemaksiatan, maupun sabar dalam menghadapi ujian atau cobaan.
Ketiga, manfaat lain dari puasa adalah melahirkan sifat ikhlas. Puasa merupakan ibadah yang bersifat individual yang tidak tampak oleh orang lain. Karena itu puasa merupakan ibadah rahasia antara yang melakukannya dengan Allah Swt.
Dalam sebuah hadis Qudsi, Rasulullah Saw bersabda: "Setiap perbuatan anak Adam adalah untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya."
Para ulama berbeda pendapat mengenai firman Allah Swt, "Puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan memberi balasannya", menjadi beberapa pendapat: pertama,  dalam puasa tidak ada riya atau pamer, seperti halnya terjadi pada selain puasa. Karena pamer itu terjadi terhadap sesama manusia, sedangkanpuasa itu tak lain adalah sesuatu yang ada dalam hati. Yakni, bahwasanya semua perbuatan hanya bisa terjadi dengan gerakan-gerakan, kecuali puasa.
Ada pun puasa cukup hanya dengan niat yang tidak diketahui oleh orang lain. Kedua, firman Allah, "dan Aku sendiri yang akan membalasnya", menunjukkan bahwa Allah sendirilah yang mengetahui ukuran pahala puasa dan penggandaan upahnya. Adapun ibadah-ibadah lainnya, maka dapat diketahui oleh sebagian orang.
Ketiga, firman Allah "Puasa itu untuk-Ku" menggambarkan bahwa puasa itu adalah ibadah yang paling disukai oleh Allah.
Keempat, penisbahan puasa pada diri-Nya adalah penisbahan yang berarti pemuliaan dan penghormatan, seperti kata-kata Baitullah (rumah Allah).
Kelima, sikap tidak memerlukan makanan, minuman dan syahwat-syahwat lainnya, adalah termasuk sifat-sifat Tuhan. Dan oleh karena orang yang berpuasa itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu sikap yang sesuai dengan sifat-sifat-Nya, maka puasa itu dinisbahkan kepada diri-Nya. Keenam, semua ibadah bisa digunakan untuk menebus penganiayaan terhadap sesama manusia, kecuali puasa.
Namun demikian, para ulama bersepakat bahwa yang dimaksud denganpuasa dalam firman-Nya, "Puasa itu untuk-Ku", ialah puasa orang yang puasanya itu bersih dari riya dan kedurhakaan-kedurhakaan, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Dengan kata lain, puasa itu secara langsung akan melahirkan sifat ikhlas pada diri seseorang.
____________
(Dari berbagai sumber)
Wallahu A'lam

Hukum ziarah kubur bagi perempuan

Ziarah Kubur bagi Muslimah (perempuan)
________________  
Mengenai hal ini terdapat 3 pendapat,
1. Dilarang 
Ini merupakan pendapat Imam ibnul Hajj ( Al-Imam Muhammad bin Muhammad Al-Abdary Al-Maliki ) dalam Kitab "Madkhol Asy-Syar'i Asy-Syarif" juz ke 1, hal.250.
Beliau berkata:
“Dan selayaknya baginya (laki-laki) untuk melarang wanita-wanita untuk keluar ziarah kubur meskipun wanita-wanita tersebut memiliki makam (karena si mayat adalah keluarga atau kerabatnya) sebab As-Sunnah telah menghukumi/menetapkan bahwa mereka (para wanita) tidak diperkenankan untuk keluar rumah untuk ziarah kubur”.
2. Dibolehkan
Ini merupakan pendapat Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Buchory Al-Ju'fi (imam Albuchory), sebagaimana dalam "Sohih"nya (buka Sohih Buchory, Juz 3, bal 110-116)  beliau menjabarkan dengan sebuah riwayat dari Sayyidina Anas Bin Malik RA.
Adapun Riwayat nya adalah sebagai berikut:
Pada suatu hari, Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang berada di sebuah kuburan, sambil menangis.
Rasulullah SAW berkata padanya: 
“Bertaqwalah engkau kepada Allah SWT. dan bersabarlah.” 
berkata wanita itu : 
“Menjauhlah dariku, engkau belum pernah tertimpa musibah seperti yang menimpaku”, 
dan wanita itu belum mengenal Nabi SAW, 
lalu disampaikan padanya bahwa dia itu adalah Rasulullah SAW,
ketika itu, ia bagai ditimpa perasaan seperti akan mati
(karena merasa takut dan bersalah). 
Kemudian wanita itu mendatangi pintu (rumah) Rasulullah SAW dan dia berkata: 
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku (pada waktu itu) belum mengenalmu,”   maka Nabi SAW berkata: 
"Sesungguhnya yang dinamakan sabar itu adalah ketika (bersabar) pada pukulan (cobaan) pertama.”
Imam Albuchory mencantumkan riwayat ini di dalam kitab Sohihnya, pada "BAB ZIARAH KUBUR", maka secara umum menunjukkan bahwa beliau tidak membedakan antara laki-laki dan wanita dalam berziarah kubur.  
3. Tergantung
Boleh dengan syarat, dan dilarang dengan syarat.
Ini merupakan pendapat Imam Al-Qurthubi, dalam Kitab "Al-Jami' Li-Ahkamil Qur'an"
Beliau berkata : 
"Laknat Allah bagi wanita-wanita yang memperbanyak ziarah secara berlebih-lebihan."
Artinya tidak mengapa bila tidak berlebihan.
____________________
Hukum ziarah kubur (bagi laki-laki dan perempuan) adalah sunnah, Sebab hikmah ziarah kubur adalah untuk mendapat pelajaran dan ingat akhirat serta mendoakan ahli kubur agar mendapat ampunan dari Allah SWT.   Ziarah kubur yang dilarang adalah pemujaan, menyembah dan meminta-minta kepada penghuni kubur.
Adapun hadits yang menyatakan larangan ziarah kubur bagi wanita itu telah dicabut dan hukum berziarah baik laki-laki maupun perempuan adalah sunnah.
Dalam kitab Sunan at-Tirmidzi disebutkan:
“Sebagian ahli ilmu mengatakan bahwa hadits itu (larangan ziarah kubur bagi perempuan) diucapkan sebelum Nabi SAW membolehkan untuk melakukan ziarah kubur. Setelah Rasulullah saw membolehkannya, laki-laki dan perempuan tercakup dalam kebolehan itu”. 
(Sunan At-TIrmidzi: 976)
وَسُئِلَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ زِيَارَةِ قُبُوْرِالأَوْلِيَآءِ فِيْ زَمَنٍ مُعَيَّنٍ مَعَ الرِّحْلَةِ إِلَيْهَا... فَأَجَابَ بِقَوْلِهِ ِزيَارَةِ قُبُوْرِالأَوْلِيَاءِ قُرْبَةٌ مُسْتَحَبَّةٌ وَكَذَا الرِّحْلَةُ إِلَيْهَا... 
“Ibnu Hajar Al-Haitami pernah ditanya tentang ziarah ke makam para wali, pada waktu tertentu dengan melakukan perjalanan khusus ke makam mereka.
Beliau menjawab:
“berziarah ke makam para wali adalah ibadah yang disunnahkan. Demikian pula dengan perjalanan ke makam mereka.” 
(Al-Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyah, juz 2 , hal.24).
____________________ 
sekumpul naskah dari berbagai sumber dan referensi ( sehingga  memiliki daya hujjah ) dan di-publish disini oleh santri / anggota Laskar Mazidah (sayap da'wah Majelis Mazidah Aswaja) binaan KH. HARIRI AA

Teks Rohatil Atyaru, Lirik Kisah Rosul

راحت الاطيار تشدوا في ليال المولد
وبريق النور يبدو من معان احمد
_____________ 
( Rohatil Atyaru Tasydu , fi layalil maulidi
Wa bariiqun-Nuri yabdu, min ma'ani Ahmadi )

Wa bariiqun-Nuri yabdu, min ma'ani Ahmadi
Wa bariiqun-Nuri yabdu, min ma'ani Ahmadi
Fi layalil Maulidi
Fi layalil Maulidi
Abdullah nama Ayahnya , Aminah ibundanya
Abdul Muttholib kakeknya, Abu Tholib pamannya 
Khodijah istri setia, Fatimah putri tercinta
Semua bernasab mulia, dari Quraisy ternama
Inilah kisah sang Rosul, yg penuh suka duka
Inilah kisah sang Rosul, yg penuh suka duka
Oh penuh suka duka
Oh penuh suka duka
2 bulan di kandungan, wafat Ayahandanya
Tahun gajah dilahirkan,  Yatim dengan kakeknya
Sesuai Adat yang ada, disusui Halimah
6 tahun usianya, wafat Ibu terpuja
Inilah kisah sang Rosul, yg penuh suka duka
Inilah kisah sang Rosul, yg penuh suka duka
Oh penuh suka duka
Oh penuh suka duka
8 tahun usia, kakeknya meninggalnya
Abu Tholib pun menjaga, Paman paling membela
Saat kecil menggembala, dagang saat remaja
Umur 25, memperistri Khodijah
Inilah kisah sang Rosul, yg penuh suka duka
Inilah kisah sang Rosul, yg penuh suka duka
Oh penuh suka duka
Oh penuh suka duka
Di umur ke 30, mempersatukan bangsa
Saat peletakan batu,  hajar aswad mulia
Genap 40 tahun, mendapatkan risalah
Ia pun menjadi Rosul, Akhir para Anbiya
Inilah kisah sang Rosul, yg penuh suka duka
Inilah kisah sang Rosul, yg penuh suka duka
Oh penuh suka duka
Oh penuh suka duka

Galau, Curhat Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Seperti inilah Galaunya orang soleh yang di hatinya penuh dgn peduli atas ummat..
CURHATNYA PUN PENUH MAKNA
_____________________
Aku khawatir terhadap suatu masa yangrodanya dapat menggilas keimanan,
Keyakinan hanya tinggal pemikiran yangtidak berbekas dalam perbuatan,
banyak yang baik tapi tidak berakal,
ada yang berakal tapi tidak beriman,
ada lidah fasih tapi berhati lalai,
ada yang khusyu' namun sibuk dalamkesendirian,
ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombonganiblis,
ada ahli maksiat tapi rendah hati bagaikansufi,
ada yang banyak tertawa hingga hatinyaberkarat,
dan ada yang menangis karena kufurnikmat,
ada yang murah senyum tapi hatinyamengumpat,
ada yang berhati tulus tapi wajahnyacemberut,
ada yang berlisan bijak tapi tak memberiteladan,
dan ada yang pezina tampil menjadi figur,
ada yang punya ilmu tapi tak faham,
ada yang faham tapi tak menjalankan,
ada yang pintar tapi membodohi,
ada yang bodoh tapi tak tahu diri,
ada orang beragama tapi tak berakhlaq,
ada yang berakhlaq tapi tak ber Tuhan,
Lalu di antara semua itu, dimana Aku berada?
(Ali Bin Abi Thalib)

Pesan Yang Mulia Guru Al-Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaff (Khadim 'Aam Majelis Ahbaabul Musthofa, Solo, Jawa Tengah)

Pesan Yang Mulia Guru Al-Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaff
(Khadim 'Aam Majelis Ahbaabul Musthofa,  Solo, Jawa Tengah)
melalui broadcast beliau...
*Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang2 kaya akan membeli kebahagiaan itu. 
*Dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka.
*Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan kesana berkumpul dimana kebahagiaan itu berada.
*Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati dan pikiran setiap manusia. 
*Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.
Yang kita perlukan adalah hati yang bersih dan ikhlas serta pikiran yang jernih, maka kita bisa menciptakan rasa bahagia itu kapanpun, dimanapun dan dengan kondisi apapun.
*Kebahagiaan itu hanya dimiliki oleh orang2 yang dapat bersyukur, Dan jujur dengan kata hatinya.
*Bersyukur adalah suatu kemampuan yg bisa dipelajari oleh siapapun. *Bersyukur bukanlah hasil dari suatu keadaan tertentu, melainkan hasil dari sebuah LifestyLe (Gaya Hidup) yg dilakukan secara berulang-ulang hingga berubah menjadi suatu kebiasaan.
"JanganLah mengeLuh karena tangan yang beLum dapat menggapai Bintang, tapi bersyukurLah karena kaki yang masih dapat menginjak Bumi "

Penyebab masuk neraka

Penyebab masuk neraka
أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ
(رَوَاهُ التُّرْ مُذِى وَإِبْنُ حِبَّانٌ فِى صَحِيْحِهِ) 
"Yang paling banyak menjerumuskan manusia kedalam neraka adalah mulut dan kemaluannya." 
(HR. Al-Tirmidziy dan dia berkata hadits ini shahih). 

Hukum dan Konsep Outsourcing dalam Islam

Hukum dan Konsep Outsourcing dalam Fiqih
Dalam wacana perburuhan di Indonesia, outsourcing menjadi objek pembicaraan yang sangat penting. Tidak hanya masalah payung hukum yang belum jelas, tetapi juga masalah hak dan kewajiban serta praktik di lapangan yang dirasa sangat diskriminatif.      
Istilah outsourcing bukanlah hal yang asing lagi dalam wacana ketenagakerjaan di Indonesia. Istilah ini menjadi populer di awal tahun 2003 ketika pemerintah mengeluarkan UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan) terutama mengenai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).
Walaupun secara lugas isitilah outsourcing tidak ditemukan di dalam undang-undang tersebut, tetapi pemahaman masyarakat terhadapnya semakin jelas. Outsourcing dianggap sebagai pokok masalah perburuhan di negera ini yang melahirkan berbagai ketidak adilan, kesewenag-wenangan dan diskriminasi. Hal ini dibuktikan dengan ramainya perlawanan kaum buruh yang menuntut adanya uji materi terhadap pasal 64, pasal 65 dan pasal 66 dari UU no 13 tahun 2003.
Di sisi lain usaha pemerintah mencari formulasi yang lebih baik dalam tatanan relasi keindustran ini terus berlanjut. Hingga muncul Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor 19 tahun 2012 yang mengtur tentang syarat-syarat penyerahan sebagian pelaksaan pekerjaan kepada perusahaan lain. Kembali dalam peraturan ini tidak ditemukan kata outsourcing. Nampakanya istilah outsourcing menjadi sebuah pemahaman bersama di tengah masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu, perlu keseragaman terlebih dahulu dalam memahami outsourcing demi menemukan kesesuaian antara fiqih dan realita di lapangan. Jika Gambaran tentang o difahami dalam hubungan kerja yang melibatkan sebuah perusahaan yang telah menyewa/mengontrak seorang buruh lalu menyewakan/mengontrakkan kembali buruh itu kepada perusahaan lain. Atau dengan kata lain, manfaat tenaga kerja yang telah dimiliki tidak dimanfaatkan sendiri, tetapi dimanfaatkan oleh orang lain dengan akad ijârah. Hal ini sama dengan konsep ijarah dalam fiqih dan hukumnya boleh atau sah.
Ijârah pada hakikatnya termasuk akad jual-beli. Perbedaannya dengan jual-beli biasa ialah bahwa obyek akad (yang dibeli) dalam akad ijârah tidak berupa barang melainkan berupa manfaat, baik manfaat barang maupun manfaat orang (manfaat yang lahir dari pekerjaan orang/jasa). `Iwâdl/imbalan atas manfaat itu disebut ujrah, yang menjual disebut mu’jir/ajîr, dan yang membeli disebut musta’jir.
Dengan mencermati unsur-unsur ijârah tersebut, kita dapat memastikan bahwa akad kerjasama antara perusahaan dan buruh atau antara majikan dan karyawan (أرباب العمل وعمالهم) merupakan bagian dari-pada ijârah. Majikan sebagai musta’jir dan karyawan/buruh sebagai ajîr. Akad kerjasama tersebut sah sepanjang memenuhi syarat-syarat yang mengacu pada prinsip-prinsip kerelaan kedua belah pihak, upahnya jelas, jenis pekerjaan dan waktunya jelas, dan tidak ada unsur pemerasan (adamul istighlal). Dalam hal tersebut, tidak ada perbedaan antara buruh tetap dan buruh tidak tetap, yakni sama-sama sah dan boleh dilakukan sepanjang memenuhi syarat-syarat di atas. Demikianlah beberapa prinsip utama yang harus dipenuhi dalam berbagai macam hubungan muamalah.
Dengan demikian dibolehkan seorng musta’jir (penyewa) menyewakan kembali barang sewaannya kepada orang lain, baik dengan ujrah (upah) yang sama, lebih besar, maupun lebih kecil daripada ujrah pertama. Juga sama dengan bolehnya ajîr yang menerima kontrak untuk melakukan suatu pekerjaan, mengalihkan pekerjaan itu kepada ajîr lain dengan upah yang sama, lebih besar, atau lebih kecil daripada upah pertama. Pengusaha jasa outsourcing tak ubahnya seorang pemborong yang memiliki banyak karyawan dan mempekerjakan mereka pada proyek perbaikan jalan atau pembangunan rumah milik warga misalnya. Al-Nawawiy dan Ibn Qudâmah mengemukakan masalah ini di dalam kitab al-Majmû`

(فصل)
وَلِلْمُسْتَأْجِرِ أَنْ يُؤْجِرَ الْعَيْنَ الْمُسْتَأْجَرَةَ إِذَا قَبَضَهَا لِأنَّ الإجَارَةَ كَالْبَيْعِ وَبَيْعُ الْمَبِيْعِ يَجُوْزُ بَعْدَ الْقَبْضِ فَكَذَلِكَ إِجَارَةُ الْمُسْتَأْجِرِ، وَيَجُوْزُ مِنَ الْمُؤْجِرِ وَغَيْرِهِ كَمَا يَجُوْزُ بَيْعُ الْمَبِيْعِ مِنَ الْبَائِعِ وَغَيْرِهِ وَهَلْ يَجُوْزُ قَبْلَ الْقَبْضِ فِيْهِ ثَلَاثَةُ أَوْجُهٍ (أَحَدُهَا) لَا يَجُوْزُ كَمَا لَا يَجُوْزُ بَيْعُ الْمَبِيْعِ قَبْلَ الْقَبْضِ (وَالثَّانِى) يَجُوْزُ لأنَّ الْمَعْقُوْدَ عَلَيْهِ هُوَ الْمَنَافِعُ، وَالْمَنَافِعُ لَا تَصِيْرُ مَقْبُوْضَةً بِقَبْضِ الْعَيْنِ، فَلَمْ يُؤَثِّرْ فِيْهَا قَبْضُ الْعَيْنِ (وَالثَّالِثُ) أَنَّهُ يَجُوْزُ إِجَارَتُهَا مِنَ الْمُؤْجِرِ لِأَنَّهَا فِي قَبْضَتِهِ، وَلَا يَجُوزُ مِنْ غَيْرِهِ لأنها لَيْسَتْ فِي قَبْضَتِهِ، وَيَجُوْزُ أَنْ يُؤْجِرَهَا بِرَأْسِ الْمَالِ وَبِأَقَلَّ مِنْهُ وَبِأَكْثَرَ لِأَنَّا بَيَنَّا أنَّ الإجَارَةَ بَيْعٌ وَبَيْعُ الْمَبِيْعِ يَجُوْزُ بِرَأْسِ الْمَالِ وَبِأَقَلَّ مِنْهُ وَبِأَكْثَرَ مِنْهُ، فَكَذلِكَ الإجَارَةُ
Hal yang sama juga dikemukakan di dalam Mausû`ah al-Fiqh al-Islâmiy:
وَإِنَّمَا يَجُوْزُ لِلْمُسْتَأْجِرِ أَنْ يُؤَجِّرَ الْعَيْنَ لِغَيْرِ مُؤْجِرِها اِذَا تَسَلَمَّهَا، نَصَّ عَلَى ذلِكَ أَحْمَدُ وَهُوَ قَوْلُ سَعِيْدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ وَأَصْحَابُ الرَّأْيِ
Jadi, pada dasarnya tidak ada yang dikhawatirkan dari outsourcing. Namun jika dalam kenyataan, sistem buruh outsourcing sarat dengan pemerasan seperti keharusan buruh yang mengundurkan diri menebus ijâzah yang dititipkan sebagai jaminan dengan harga sangat tinggi, di samping pemotongan upah pada bulan pertama sampai 50%, maka Fikih Islam dengan tegas mengatakan bahwa outsourcing tersebuttidak sah dan tidak boleh dilakukan.
Az-Zuhailiy dalam al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh mengemukakan penjelasan sebagai berikut:
وَتَحْرِيْمُ الْاِسْتِغْلَالِ شَامِلٌ اسْتِغْلالَ رَبِّ الْعَمَلِ فَقْرَ الْعَامِلِ فَيَظْلِمُهُ، وَاسْتِغْلَالَ التَّاجِرِ حَاجَةَ الْمُسْتَهْلِكِ، فَيُغْلِيْ قِيْمَةَ السِّلْعَةِ، أَوْ جَهْلَ الْمُنْتِجِ أَوْ الْمُصْدِرِ، فَيَشْتَرِيْ بِضَاعَتَهُ بِثَمَنٍ بَخْسٍ (تَلَقِّي الرُّكْبَانِ)، أَوْ سَذَاجَةَ البَدَوِيِّ فَيَبِيْعُهُ السِّلْعَةَ بِأَزْيَدَ مِنْ ثَمَنِهَا (بَيْعُ الَحاضِرِ لِلْبَادِيْ
Adapun mngenai pesangon az-Zuhaily menegaskan perluna ada undang-undang yang mengharuskan perusahaan memberi pesangon kepada buruh outsourcing, karena pemberian pesangon tidak menjadi kewajiban yang mengikat kecuali ada undang-undang yang mewajibkan, atau ada perjanjian yang disepakati kedua belah pihak.
مُكَافَأَةُ نِهَايَةِ الْخِدْمَةِ: هِيَ حَقٌّ مَالِيٌّ يُوْجِبُهُ الْقَانُوْنُ أَوِ الْعَقْدُ لِلْعَامِلِ أَوِ الْمُوَظَّفِ بِشُرُوْطٍ، وَيُقَدَّرُ بِحَسَبِ مُدَّةِ الْخِدْمَةِ وَسَبَبِ انْتِهَائِهَا وَرَاتِبُ الْعَامِلِ وَالْمُوَظَّفِ يُدْفَعُ عِنْدَ انْتِهَاءِ الْخِدْمَةِ لِلْعَامِلِ أَوِ الْمُوَظَّفِ أَوْ لِعَائِلَتِهِمَا
 __________________
Demikianlah hukum outsourcing dalam kacamata fiqih, karena pada prinsipnya muamalah dalam fiqih harus berdasarkan pada keadilan, kesetaraan, musyawarah dan tolong menolong yang dikenal dengan istilah al-mabadi' al-ammah.
 (Bahtsul Masail)

Hukum Alkohol pada Parfum dan obat-obatan ( Pustaka Ilmu Sunni Salafiyyah )


PERTANYAAN:
Apa hukum sholat mamakai minyak wangi beralkohol?
Apa hukumnya minum obat yg mengandung alkohol?
JAWABAN SINGKAT:
Alkohol yang terdapat pada keduanya termasuk NAJIS yang DI MA'FU (dimaafkan)
ومنها المائعات النجسة التي
... تضاف إلى الأدوية والروائح العطرية لإصلاحها فإنه يعفى عن القدر
الذي به الإصلاح قياسا على الأنفحة المصلحة للجبن
Termasuk bagian najis yang di ma'fu (dimaafkan) adalah najis yang terdapat pada obat-obatan dan wewangian harum dengan tujuan untuk memperbaikinya, maka di ma'fu sekedar takaran yang dipakai untuk memperbaikinya dengan dianalogkan pada aroma yang mempernaiki pada keju.
Fiqh 'Alaa madzaahib al-Arba'ah I/15
--------------------- 
JAWABAN TERPERINCI :
(Aghitsny Robby) 
يجب تعليم ما يتعلق بالتصور علي ما يتعلق بالتصديق
“wajib mendahulukan sesuatu yg berhubungan dgn tashowwur (mengenal hakikat sesuatu) atas sesuatu yg berhubungan dg tasdiq(hokum)”
Di bidang kimia, alcohol : nama kumpulan persenyawaan2 organik bergolongan OH yg biasanya terikat pd rantai yg bersifat paraffin. Adajuga Etilalkohol yg disebut Etanol (CH3,CH2,OH) yaitu zat cair yg ga berwarna namun baunya menyegarkan. Dalam teknik sangat banyak dipergunakan, baik sbg bahan pelarut maupun sbg bahan pangkal untuk sintesa2 selanjutnya. Dan dipergunakan juga dalam industri bahan makanan (MINUMAN KERAS) dan dalam industry MINYAK WANGI.
Kadar alcohol ini bermacam2:
jk untuk MINUMAN KERAS = 25-50%
jk untuk OBAT2AN = 4 atau 5%
jk untuk SPIRITUS = 70-96%
SPIRITUS :”larutan alcohol dalam air yg dibubuhi suatu zat yg beracun misalnya methanol spy gad pt dipake tuk minuman keras maka diberi warna biru tuk menandainya”
BAHAN2 PEMBUATAN ALKOHOL:
1. Bahan2 yg mengandung gula : spt gula tebu, gula bit , melasa n berbagai buah2an
2. Bahan2 yg banyak mengandung zat pati(amilum): spt kentang, jagung, dll
3. Umbi2 yg mengandung fruktosa n lignin.
4. Bahan2 yg mengandung selulosa: ampas2 kayu (yg bs menggula jk diolah dgn asam chlorida n dimampatkan)
Biasanya tanah air kita menggunakan bahan2 tersebut tuk membuat alcohol. Namun ada juga yg membuat alcohol dari tahi sapi, spt di India.
HUKUM SUCI/NAJISNYA ALKOHOL TERGANTUNG DARI ASAL PEMBUATANNYA.
SUCI = SAH DIPAKE SHOLAT
NAJIS = TIDAK SAH
namun untuk ihtiyat (waspada / hati-hati) lebih baik DIHINDARI.
Tp jika penggunaan alcohol itu hanya SEKEDAR UNTUK MENGHILANGKAN BAU PADA BADAN ATAU BAJUNYA (bukan untuk mewangikan dirinya) = jika najis maka termasuk MA’FUW (najis yg di maafkan)
Fiqih ‘ala Madzahibil Arba’ah hal.21
ومنها المائعات النجسة التي
... تضاف إلى الأدوية والروائح العطرية لإصلاحها فإنه يعفى عن القدر
الذي به الإصلاح قياسا على الأنفحة المصلحة للجبن
Termasuk bagian najis yang di ma'fu (dimaafkan) adalah najis yang terdapat pada obat-obatan dan wewangian harum dengan tujuan untuk memperbaikinya, maka di ma'fu sekedar takaran yang dipakai untuk memperbaikinya dengan dianalogkan pada aroma yang mempernaiki pada keju.
Kalo minuman keras maka NAJIS muthlak krn al-Qur’an mensifatkannya dg “rijsun”(najis). Sedangkan alcohol bukanlah minuman pd ‘urf (keberlakuan umum).
Masaji Antoro - Aghitsny Robbi - Pustaka Ilmu Sunni Salafiyyah

Keterangan dalil hukum Berdoa dalam sholat


................
Transliterasi dari bahasa sunda ke bahasa Indonesia
________
Pertanyaan :
@jawara thea :
Assalamualaikum,
Bolehkah setelah IMAM membaca WALADLDLOOLLIIN,
Imam membaca ROBBANAGHFIR LANA (dengan NA mutakallim ma'al ghoir) mengganti LI (mutakallim wahdah) ?
Jawaban : 
@Ugo
Wa'alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh, 
Jib jib Ajib...
Terkait pertanyaan diatas,
bahwa Talaffudz (melafadzkan) "Robbighfirli" Qobla Ta'min (membaca Aamiin) adalah bacaan Doa, Maka baiknya kita mengulas dahulu hukum berdoa di dalam Sholat.
Alhafidz Almuhaddits Al-imam Albukhori dalam Sohihnya (Shahih al-Bukhari) juz 3, halaman 277, Beliau meriwayatkan :
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ نُعَيْمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمُجْمِرِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى بْنِ خَلَّادٍ الزُّرَقِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ الزُّرَقِيِّ قَالَ :
كُنَّا يَوْمًا نُصَلِّي وَرَاءَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرَّكْعَةِ قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ ,
قَالَ رَجُلٌ وَرَاءَهُ : ( رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيه ) ِ 
فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ : مَنْ الْمُتَكَلِّمُ  ؟ 
قَال : َ أَنَا 
قَال : َ رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلَاثِينَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلُ 
– صحيح البخاري, ج:۳ ,ص:۲٧٧ –
“Telah ber-tahdits (menyampaikan keterangan hadits) kepada kita semua Abdullah bin Maslamah, dari Malik, dari Nu’aim bin Abdillah al-Mujmir, dari Yahya bin Khallad az-Zuraqi, dari ayahnya, dari Rifa’ah bin Rafi’ az-Zuraqi, beliau berkata:
Pada suatu hari kami menegakkan sholat di belakang Nabi (Muhammad) Shollallaahu ‘alaihi wa sallam,
pada saat beliau Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bangun dari ruku’ beliau mengucapkan :
سمع الله لمن حمده 
Kemudian ada seorang laki-laki (Ma'mum) di belakang Baginda Shollallaahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan : 
ربنا ولك الحمد حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه
Maka setelah selesai sholat, Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bertanya:  "Siapa yang mengucapkan kalimat tadi?"  
Lelaki tersebut menjawab:
"Saya" 
Baginda Shollallaahu ‘alaihi wa sallam berkata:
"Sungguh aku melihat 30 malaikat saling berebutan untuk menuliskan pahalanya" 
(HR. Bukhori)
Perhatikan Riwayat diatas, hal tersebut terjadi di dalam sholat, Sohabat ber-talaffudz doa ketika sholat sedang ditegakkan / berlangsung.
Sebagaimana hal ini di-syarah-i oleh Al-Imam Alhafidz ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan dalam Karya Ilmiahnya Fathul Baari, Juz 3 halaman 188,
وَالْحِكْمَة فِي سُؤَاله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَهُ عَمَّنْ قَالَ أَنْ يَتَعَلَّم السَّامِعُونَ كَلَامه فَيَقُولُوا مِثْله . وَاسْتُدِلَّ بِهِ عَلَى جَوَاز إِحْدَاث ذِكْر فِي الصَّلَاة غَيْر مَأْثُور إِذَا كَانَ غَيْر مُخَالِف لِلْمَأْثُورِ
Hikmah dari pertanyaan Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabatnya yg ber-talaffudz doa ba'darrok'ah :
ربنا ولك الحمد حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه
Rosulullah Shollallaahu alaihi wasallam bertanya,
“Siapa yang mengucapkan kalimat tadi?”
Bertujuan mengajarkan kepada orang-orang yang mendengar kalimat tersebut agar mereka mengucapkan kalimat yang semisalnya. Dan hal ini menunjukkan diperbolehkannya membaca dzikir di dalam sholat dengan dzikir yang tidak ma’tsur (tidak dicontohkan langsung oleh Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam), selama bacaan dzikir tersebut tidak menyalahi yang ma’tsur.
Alhafidz Almuhaddits Al-Imam Muslim dalam Shohihnya (Shohih muslim)
juz II halaman 134, hadits nomor 1572, Beliau meriwayatkan:
ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻰ ﺃَﺑُﻮ ﺍﻟﻄَّﺎﻫِﺮِ ﻭَﺣَﺮْﻣَﻞَﺓُ ﺑْﻦُ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﻗَﺎﻻَ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻥَﺍ ﺍﺑْﻦُ ﻭَﻫْﺐٍ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻥِﻯ ﻳُﻮﻧُﺲُ ﺑْﻦُ ﻳَﺰِﻳﺪَ ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﺷِﻬَﺎﺏٍ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻥِﻯ ﺳَﻌِﻴﺪُ ﺑْﻦُ المسيب ﻭَﺃَﺑُﻮ ﺳَﻠَﻤَﺔَ ﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦِ ﻋَﻮْﻑٍ ﺃَﻧَّﻬُﻤَﺎ ﺳَﻤِﻌَﺎ ﺃَﺑَﺎ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻳَﻘُﻮﻝُ  :
ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺣِﻴﻦَ ﻳَﻔْﺮُﻍُ ﻣِﻦْ ﺻَﻼَﺓِ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘِﺮَﺍﺀَﺓِ ﻭَﻳُﻜَﺒِّﺮُ ﻭَﻳَﺮْﻓَﻊُ ﺭَﺃْﺳَﻪُ
( ﺳَﻤِﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻤَﻦْ ﺣَﻤِﺪَﻩُ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﻟَﻚَ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ )
ﺛُﻢَّ ﻳَﻘُﻮﻝ : ُ ( ﻭَﻫُﻮَ ﻗَﺎﺋِﻢٌ )
( ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺞِ ﺍﻟْﻮَﻟِﻴﺪَ ﺑْﻦَ ﺍﻟْﻮَﻟِﻴﺪِ ﻭَﺳَﻠَﻤَﺔَ ﺑْﻦَ ﻫِﺸَﺎﻡٍ ﻭَﻋَﻴَّﺎﺵَ ﺑْﻦَ ﺃَﺑِﻰ ﺭَﺑِﻴﻌَﺔَ ) .........
Bahwa Baginda Rosulullah Shollallaahu alaihi wasallam pada Sholat Fajar (Subuh) selepas Ruku' bertakbir dan mengangkat Kepalanya dengan membaca :
ﺳَﻤِﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻤَﻦْ ﺣَﻤِﺪَﻩُ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﻟَﻚَ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ 
Kemudian melanjutkan berdoa (masih berdiri) :
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺞِ ﺍﻟْﻮَﻟِﻴﺪَ ﺑْﻦَ ﺍﻟْﻮَﻟِﻴﺪِ ﻭَﺳَﻠَﻤَﺔَ ﺑْﻦَ ﻫِﺸَﺎﻡٍ ﻭَﻋَﻴَّﺎﺵَ ﺑْﻦَ ﺃَﺑِﻰ ﺭَﺑِﻴﻌَﺔ
"Ya Allah, Bahagiakanlah Al-Waliid bin Al-Walid, Salamah bin Hisyam, dan 'Ayyasy bin Abi Robi'ah......."
Riwayat ini di-syarah-i (dijelaskan) oleh Alhafidz Almuhaddits Muhammad bin Syarifuddin Annawawi (Imam Nawawi) dengan perkataan beliau :
ﻭﻓﻴﻪ ﺟﻮﺍﺯ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻌﻴﻦ ﻭﻏﻴﺮ ﻣﻌﻴﻦ
Bahwa padanya terdapat ke-jaiz-an (boleh) membaca doa (di dalam sholat) untuk manusia,  baik MU'AYYAN / ditentukan (disebut namanya) ataupun GHOIR MU'AYYAN / tidak ditentukan (disebut namanya).
Contoh seperti lafadz HUM ALMUSLIMUN secara umum dengan dlomir ghoib jama' , atau diarahkan secara WAHDAH kepada Mutakallim, atau secara kelompok (MA'AL GHOIR) untuk mewakili.
Pembahasan menjadi semakin Ajib dan Gurih, karena pernyataan Imam Ahmad bin Hambal (Imam Hambali sebagai Nisbat Madzhab Hanabilah)
ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ : ﻣﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﺻﻼﺓ ﻣﻨﺬ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﺳﻨﺔ ﺇﻻ ﻭﺃﻧﺎ ﺃﺩﻋﻮ ﻟﻠﺸﺎﻓﻌﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ
Beliau (Imam Ahmad) berkata :
"Tidaklah Aku menegakkan Sholat selama 40 tahun berlalu, kecuali Aku selalu berdoa (di dalam sholat) untuk Al-Imam Asy-Syafi’i RA.
Sebagaimana di dalam Al-Majmu' pun dijelaskan pula Coy, mengenai bolehnya berdoa secara takhsis mu'ayyan (menyebutkan nama) atau tidak (yaitu secara umum) yang tentunya dengan tartib tarkib gramatika, baik ghoib ifrod, ghoib jama, atau dzohir mutakallim (YA' WAHDAH atau NAA MUTAKALLIM)
ﻓﺮﻉ : ﻗﺪ ﺳﺒﻖ فيما ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﺑﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻣﺬﻫﺒﻨﺎ ﺃﻧﻪ ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﻳﺪﻋﻮ ﻓﻴﻬﺎ ﺑﻜﻞ ﻣﺎ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﺑﻪ ﺧﺎﺭﺝ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻣﻦ ﺃﻣﻮﺭ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ،
Contoh seperti doa :
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺧﻠﺺ ﻓﻼﻧﺎً ﻣﻦ ﺍﻟﺴﺠﻦ ﻭﺃﻫﻠﻚ ﻓﻼﻧﺎً ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ . ﻭﻻ ﻳﺒﻄﻞ ﺻﻼﺗﻪ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻋﻨﺪﻧﺎ ،

Dan hal tersebut tdk membatalkan Sholat,
dengan catatan meniatkan dzikir doa.
Lalu bagaimana dengan Sunnah Ta'min (membaca Aamiin) setelah mengakhiri 7 ayat Surat Alfatihah, yang termaktub Sunnah pula membca doa diantaranya,
sehingga tdk tersambung langsung antara Haraf/huruf Nun Akhir Alfatihah dengan lafadz Aamiin?
Ya, disunnahkan karena memang Nabi melarang berhimpitnya Haraf/huruf Nun Akhir Alfatihah dengan lafadz Aamiin, sebagaimana dijelaskan dalam SYARAH MUROQIL 'UBUDIYAH halaman 48, oleh Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Aljawi Albantani RA.
Selanjutnya termaktub di dalam Kitab I'anatut-Tholibin juz I halaman 147, mengenai teknis (cara/kaifiyat) dan redaksi (talaffudz alfadz) nya.
(قوله: ويسن تأمين) أي لقارئها في الصلاة وخارجها.
واختص بالفاتحة لشرفها واشتمالها على دعاء فناسب أن يسأل الله إجابته.
(قوله: والمد) أي أو القصر.
وحكي التشديد مع القصر أو المد، ومعناها حينئذ: قاصدين.
فتبطل الصلاة ما لم يرد قاصدين إليك وأنت أكرم من أن تخيب من قصدك، فلا تبطل، لتضمنه الدعاء.
ولو لم يقصد شيئا أصلا بطلت، كما صرح به في التحفة.
(قوله: وحسن زيادة رب العالمين) أي بعد آمين لقارئها أيضا.
وعبارة الروض: ويستحب لقارئها أن يقول آمين، وحسن أن يزيد رب العالمين.
(قوله: عقبها) ظرف متعلق بتأمين.
(قوله: ولو خارج الصلاة) غاية لقوله: ويسن تأمين.
قوله: بعد سكتة لطيفة أي بقدر سبحان الله، وهو متعلق بتأمين أيضا.
ولا يقال إن بين قوله: عقبها، وقوله: بعد سكتة لطيفة، تنافيا ظاهرا، لانا نقول: المراد بالعقب أن لا يتخلل بينهما لفظ غير: رب اغفر لي.
ويقال: إن تعقيب كل شئ بحسبه، كما في م ر.
واشتراط عدم تخلل اللفظ لا ينافي سن تخلل السكتة المذكورة.
(قوله: ما لم يتلفظ بشئ) ما مصدرية لفظية متعلقة بتأمين، أي يسن تأمين مدة عدم تلفظه بشئ، وهذا هو معنى قوله عقبها بناء على المراد السابق.
فلو اقتصر أحدهما لكان أولى. 
(قولـه: سوى رب اغفر لي) أي أنه يستثنى من التلفظ بشيء التلفظ برب اغفر لي، فإنه لا يضر الحسن
: أنه قال عقب {ولا الضالين} : رب اغفر لي
وقال ع ش: وينبغي أنه لو زاد على ذلك : ولوالديّ ولجميع المسلمين. لم يضر أيضاً. اهـ.
وانظر هل الذي يقول ما ذكر القارىء فقط؟
أو كل من القارىء والسامع؟
والذي يظهر لي الأول، بدليل قولـه في الحديث المار قال عقب: {ولا الضالين} أي قال عقب قراءته {ولا الضالين} ، فليراجع.
Pada Cuplikan deskripsi kutubi di atas, jelas bahwa doa yang dibaca adalah:
رب اغفرلي
Dan boleh disambung dengan :
رب العالمين
menjadi bacaan berikut :
رب اغفر لي رب العالمين
Atau dengan ditambah lagi dengan :
رب اغفر لي ولوالدي
Dan dianjurkan pula dibaca oleh imam tidak secara wahdah saja melainkan  melibatkan keberadaan mjslimun lainnya dalam doa, dgn lafadz :
رب اغفر لي ولوالدي ولجميع المسلمين
Sehingga apabila merujuk pada keterangan-keterangan di atas, boleh (tdk merusak sholat) bila Imam hendak membaca ROBBIGHFIR dengan LANA mutakallim ma'al ghoir, bukan dengan LI mutakallim wahdah.
Mana Yang dipilih?
Merujuk pada Fathul Mu'iin & sekaligus tafsilinya dari I'anatutthoolibin,  bahwa dengan :
رب اغفر لي ولوالدي ولجميع المسلمين
adalah cukup tanpa harus mengganti dengan NAA mutakallim ma'al ghoir, karena barisan Ma'mum di belakang imam telah ter-majmu' oleh
ولجميع المسلمين

Dalil hukum, tertinggal sholat, kesulitan bacaan sholat, dalil sholat Qodho


Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah,
Nabi SAW bersabda :
إِنَّ اللَّهَ لَمْ يَبْعَثْنِي مُعَنِّتًا وَلَا مُتَعَنِّتًا وَلَكِنْ بَعَثَنِي مُعَلِّمًا مُيَسِّرًا
Sungguh Allah tdk mengutusku menjadi orang yang mempersulit (masalah) dan orang yang mencari-cari kesulitan, tetapi sebagai pendidik yang memudahkan.
[Sohih muslim no.29]
-------------------------------------
Imam Abu Dawud & Ibnu Hibban, dari Sahabat 'Abdullah bin Abi Aufa RA, dia berkata :
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ,
فَقَالَ : إِنِّي لَا أَسْتَطِيعُ أَنْ آخُذَ مِنْ الْقُرْآنِ شَيْئًا فَعَلِّمْنِي مَا يُجْزِئُنِي مِنْهُ
"Saya tidak bisa menghafal 1 (ayat) pun dari al Qur`an, Tolong ajarkan penggantinya?"
Nabi SAW menjawab:  "Katakanlah :
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Dia berkata,"Ya Rasulallah, ini semua untuk Allah,  lalu mana bagianku?"
Nabi SAW menjawab: "Ucapkanlah :
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَارْزُقْنِي وَعَافِنِي وَاهْدِنِي
['Aunul ma'bud]
---------------------------
dari Anas bin Malik RA, Nabi SAW bersabda:
مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا لَا كَفَّارَةَ لَهَا إِلَّا ذَلِكَ
Siapa (tidak sengaja) lupa shalat, maka segera Sholatlah saat dia telah mengingatnya, dan tidak ada tebusan kecuali itu.
[SB 597, SM 314]

7 pesan Sunan Drajat

Tujuh pesan Kang jeng SUNAN DRAJAT :
1. Memangun resep teyasing Sasomo
(kita selalu membuat senang hati orang lain)
2. Jroning suko kudu eling Ian waspodo
(didalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada)
3. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah
(dalam perjalanan untuk mencapai cita–cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan)
4. Meper Hardaning Pancadriya
(kita harus selalu menekan gelora nafsu–nafsu)
5. Heneng – Hening – Henung
(dalam keadaan diam kita akan memperoleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita–cita luhur).
6. Mulyo guno Panca Waktu
(suatu kebahagiaan lahir bathin hanya bisa kita capai dengan sholat lima waktu)
7. Menehono teken marang wong kang wuto, Menehono mangan marang wong kang luwe, Menehono busono marang wong kang wudo, Menehono ngiyup marang wongkang kodanan
(Ajarkan ilmu pada orang yang tidak tau, Berilah makan kepada orang yang lapar, Berilah baju kepada orang yang tidak punya baju, serta beri perlindungan orang yang menderita)

Teks lirik sholawat ROBBANA SHOLLI WASALLIM

ربنا صل  *  صل وسلم  *  على نبينا  *  نبينا المعلم  *
محمد  *  والمناظم  *  في سلك منهج القويم  * 
__________________
Robbi limpahkan,
sholawat salam,
atas baginda,
sekalian alam,
mengajarkan,
mengantarkan...
Cahaya keselamatan..
Robbi semoga,
kami semua,
yang mencinta,
Baginda Muhammad,
Syafa'atkan,
selamatkan,
Kelak hari pembalasan...
Robbi mudahkan,
smua urusan,
dosa ampunkan,
salah hapuskan,
Beri kami kekuatan,
Beri kami kekuatan,
Menjalani kehidupan

Teks Lirik Qosidah Huwannurru yahdil hairina, هو النور يهدى الحائرين ضياؤه

Qosidah " Huwannurru yahdi"
هو النور يهدي الحائرين ضياؤه = وفي الحشرظلُ المرسلين لِواؤُه
Dialah Nabi ﷺ Pelita Cahaya yang memberi petunjuk orang-orang yang bimbang di Padang Mahsyar Panjinya sebagai pemberi naungan…
تلقى من الغيب المجرد حكمة = بها امطرت في الخافقين  سماؤه
Sampailah kepadanya hikmah tanpa perantara apapun dengan hikmah itu hujanlah langit (dengan Rahmat) di segala penjuru barat dan timur…
ومشهود اهل الحق منه لطائف = تخبر ان المجد والشأو شأوه
Para saksi dari para Ahli Ma`rifah yang dalam kebenaran, menyaksikan dari Beliau ﷺ kasih sayang dan kelembutan-kelembutan, dikhabarkan sungguh apa yang terjadi adalah dengan keinginan-Nya …
فلله ماللعين من مشهد اجتلا= يعزعلى اهل الحجاب اجتلاؤه 
Padaku penglihatan apa-apa yang kusaksikan sangatlah berpijar luhur, menundukkan para pemilik kemuliaan yang masih tertutup penglihatannya dari pandangan keluhuran ini…
ايانازحا عني ومسكنه الحشا = اجب من ملا كل النواحي نداؤه 
Wahai yang jauh dariku dan tempatnya di lubuk hati yang terdalam, jawablah wahai Saudaraku seruan (Sang Nabi ﷺ) yang memenuhi segala penjuru…
اجب من تولاه الهوى فيك وامض في= فؤادي مايهوى ويشاؤه 
Jawablah wahai yang diriku adalah terbenam dalam rindu padamu (ﷺ) dan mengalir pada sanubariku apa-apa yang dirindukan sanubari ini dan yang ia (diriku) dambakan…
بنى الحب في وسط الفواد منازلا = فلله بان فاق صنعا بناؤه 
Cinta membangun Istana Agung di dalam hati yang terdalam, demi ALLAH, sungguh tempat itu paling tinggi dan indah di antara bangunan (tempat) yang lain..
بحكم الولا جردت قصدي وحبذا = موال ارواح القلب منه ولاؤه 
Dengan keputusan pasrah kubiarkan yang lainnya berlalu dari semua keinginanku, dan alangkah indahnya Sang Baginda menenangkan hati ini dari wewenang lembutnya…
مرضت فكان الذكر براءا لعلتي = فياحبذا ذكرا لقلبي شفاؤه 
(Jika) aku sakit, maka menceritakan tentangnya (ﷺ) adalah obat bagi penyakitku, sungguh indah, menyebutnya adalah obat bagi hatiku…
اذا علم العشاق داي فقل لهم = فان لقا احباب قلبي دواؤه 
Jika para perindu mengetahui penyakitku, maka katakan kepada mereka, sesungguhnya perjumpaan dengan kekasih hati itulah obatnya…
ايا راحلا بلغ حبيبي رسالة = بحرف من الاشواق يحلو هجاؤه 
Wahai orang yang berjalan (ke Madinah) sampaikan lembaran cinta kepada Kekasihku (ﷺ) dengan indahnya ejaan huruf-huruf kerinduan…
وهيهات ان يلقى العذول الى الحشا = سبيلا سواء مدحه وهجاؤه 
Maka sulitlah bagi yang memusuhi cinta ini sampai ke batas yang tidak mungkin, mencapai jalan kebenaran dengan memujinya (ﷺ) dan mengucapkan padanya (ﷺ)…
فوادي بخير المرسلين مولع = واشرف مايحلو لسمعي ثناؤه 
Jiwaku terbakar (karena cinta) dengan sebaik-baik Utusan, dan yang terindah di pendengaranku adalah mendengar pujiannya…
رقى في العلى والمجد اشرف رتبة = بمبداه حار الخلق كيف انتهاؤه 
Mulia dalam tangga-tangga keluhuran, semulia-mulia tingkatan yang semakin luhur, dalam awal cinta dan rindu pada Beliau ﷺ akan muncul hangat membara di hati makhluk, maka bagaimana keadaan yang telah mencapai puncaknya… ?
ايا سيدي قلبي بحبك بايح = وطرفي بعد الدمع تجري دماؤه 
Wahai Tuanku, hatiku lebur dengan kecintaan kepadamu, mata ini niscaya menangis darah setelah air mata mengering dan tidak mengalir…
اذا رمت كتم الحب زادت صبابتي = فسيان عندي بثه وخفاؤه 
Jika engkau sembunyikan cinta maka akan bertambah kecintaanku dan airmataku, maka sama sahja bagiku, ku ungkapkan cinta itu atau ku sembunyikannya…
اجب ياحبيب القلب دعوة شيق = شكى لفح نار قد حوتها حشاؤه 
Jawablah seruan kerinduan ini wahai Kekasih hati, rintihan api kerinduan telah menyelimuti lubuk hatiku…
ومرطيفك الميمون في غفلة العدا = يمر بطرف زاد فيك بكاؤه 
Maka lewatkanlah keindahan dan kelembutanmu saat hamba-hamba ummatmu (ﷺ) yang tenggelam dalam kelupaan, lintasan keindahan dan kemuliaanmu yang membuat berlinangnya airmata…
لي الله من حب تعسر وصفه = ولله امري والقضاء قضاؤه 
Duhai ALLAH, sungguh sulit cinta ini di ungkapkan, semua ini hanya kepada ALLAH kupasrahkan karena ketentuan adalah KetentuanNYA…
فيارب شرفني برؤية سيدي = واجل صدى القلب الكثير صداؤه 
Wahai ALLAH, Muliakanlah aku dengan memandang Tuanku (Sayyidina Muhammad) dan Bersihkanlah hati yang penuh dengan kekeruhan ini…
وبلغ عليا مايروم من اللقا = باشرف عبد جل قصدي لقاؤه 
Dan Sampaikanlah pada diriku (al-Habib `Ali al-Habsyi) pada puncak harapan untuk berjumpa dengan semulia-mulia hamba,dan perjumpaan dengannya adalah segala tujuanku…
عليه صلاة الله ماهبت الصبا = وما اطرب الحادي فطاب حداؤه 
Atasnya Curahan Selawat selama angin berhembus sebanyak asyik merdunya Qasidah pujian yang memadukan cinta padamu (ﷺ), maka semakin indahlah yang menyatukan hati dalam cinta padanya (ﷺ)
مع الال والصحب ماقال منشد = هو النور يهدي الحائرين ضياؤه 
Beserta Keluarga, Sahabat dan yang diucapkan oleh Munsyid (Pembaca Qasidah), dialah Pelita Cahaya yang memberi petunjuk orang-orang yang bimbang…

Dalil hukum, jangan menyentuh bukan mahram

dari ‘Umar bin Abi Salamah, Nabi SAW bersabda:
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَتْقَاكُمْ لِلَّهِ وَأَخْشَاكُمْ لَهُ
Demi Allah, aku orang yang paling bertakwa dan paling takut kepada Allah.
[HR Muslim no. 1863].
-------------------------------------
Dari Siti ‘Aisyah RA:
وَكَانَ أَمْلَكَكُمْ لِإِرْبِهِ
Beliau sangat mampu kendalikan syahwatnya.
[HR Al-Bukhari 1792 & Muslim 1854].
Kendati demikian, tangan beliau yang mulia belum pernah bersentuhan dengan tangan wanita yang tidak halal baginya, yaitu wanita yang bukan mahramnya.
وَاللَّهِ مَا مَسَّتْ يَدُهُ يَدَ امْرَأَةٍ قَطُّ فِي الْمُبَايَعَةِ وَمَا بَايَعَهُنَّ إِلَّا بِقَوْلِهِ
Demi Allah, tangan beliau tidak pernah menyentuh tangan perempuan dalam baiat. Beliau tidak membaiat wanita2 kecuali dengan perkataan saja. 
[HR Al-Bukhari, 4891].
------------------------------
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لِأَنْ يُطْعَنَ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ
Tertusuknya kepala salah seorang di antara kalian dengan jarum besi, lebih baik daripadaia menyentuh wanita yang tidak halal baginya

Teks lirik sholawat qosidah YA ASYIQOL MUSHTHOFA

يا عاشق المصطفى أبشر بنيل المنى
يا عاشق المصطفى أبشر بنيل المنى...
قد راق كأس الصفى وطاب وقت الهنى...
نور الجمال بدا من وجه شمس الهدى...
من فضله عمنا...
طه الذي باللقا قد فاز لما ارتقى...
وفي ذرى الإرتقا من ربه قد دنا...
فهو حبيب الإله وجاهه خير جاه...
لقربه قد حباه وخصه بالثنا...
دون الورى ربنا...
أنت شفيع الأنام أنت رفيع المقام...
عليك أزكى السلام يا منتهى عزنا...
والآل ثم الصحاب من ذكرهم في الكتاب...
ما فاح مسك وطاب وتم بدر الهنا...
وعم منه الثنا...

Fadhilah keutamaan surat AL IKHLAS قل هو الله احد


عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ رَجُلًا سَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ يُرَدِّدُهَا فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ وَكَأَنَّ الرَّجُلَ يَتَقَالُّهَا
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ :
" وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآن "ِ
Dari Abi Sa'id al-Khudri,
bahwasanya ada orang mendengar seseorang membaca "qul huwallahu Ahad", dan diulang-ulang.
Pada keesokan harinya, ia mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melaporkannya, seakan ia menganggap remeh.
Maka Rasulullah bersabda:
”Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, ia sebanding dengan sepertiga Al-Qur`an”.
[Shahih Bukhari, no. 5013].
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ لِأَصْحَابِهِ :
" أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ ثُلُثَ الْقُرْآنِ فِي لَيْلَة "ٍ 
فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ ، وَقَالُوا أَيُّنَا يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟
فَقَالَ : " اللَّهُ الْوَاحِدُ الصَّمَدُ ثُلُثُ الْقُرْآن "ِ
Dari Abi Sa'id, ia berkata,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada para sahabatnya,
"Apakah satu dari kalian mampu baca 1/3 Al-Qur`an dalam 1 malam?"
maka hal ini memberatkan mereka, dan (mereka) bertanya:
"Siapakah di antara kami yang mampu, wahai Rasulullah?”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda:
”Allahul-wahidu shamad adalah sepertiga Al-Qur`an”.
[Shahih Bukhari no 5015]

Kajian Kitab/Taushiyah Dan Sholawat

Lirik Qosidah Padang Bulan
** PADANG BULAN **
اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ
عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ
[Allohumma Sholli wa Sallim 'alaa sayyidinaa wa maulanaa Muhammadin] 2X
['Adada maa fii 'ilmillahi Sholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi] 2X
[Padang bulan, padange koyo rino.
Rembulane sing ngawe-awe] 2X
Ngelengake, ojo turu sore.
[E... Kene tak critani, kanggo sebo mengko sore] 2X
[Lamun wong tuwo, Lamun wong tuwo keliru mimpinne
Ngalamat bakal, Ngalamat bakal getun mburine] 2X
Wong tuwo loro, kundur ing ngarso pengeran
[Anak putune, rame rame rebutan warisan] 2X
[Wong tuwa loro, ing njero kubur anyandang susah
Sebab mirsani, putera puterine ora ngibadah (dho pecah belah)] 2X
Kang den arep-arep, yoiku turune rahmat
[Jebul kang teka - Jebul kang teka, nambahi fitnah] 2X
[Iki dino, ojo lali lungo ngaji
Takon marang, Kyai Guru kang pinuji] 2X
Enggal siro, ora gampang kebujuk syetan
[Insya Alloh, kito menang lan kabegjan] 2X
[Jaman kepungkur, ono jaman jaman buntutan
Esuk-esuk, rame rame luru ramalan] 2X
Gambar kucing, dikira gambar macan
[Bengi diputer - bengi diputer, metu wong edan] 2X
[Kurang puas kurang puas, luru ramalan
Wong ora waras wong ora waras, dadi takonan] 2X
Kang ditakoni, ngguyu cekaka’an
[Jebul kang takon - jebul kang takon, wis ketularan] 2x
اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ
عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ
** SHOLLU ‘ALAN NABI MUHAMMAD **